.::SELAMAT DATANG DI BLOGGER INDONESIA,SEMOGA YANG ANDA CARI DAPAT ANDA TEMUKAN DI SINI DAN SEMOGA BERMANFAAT::.

Strategi Pemasaran dan Promosi


Dinamika perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan kebutuhan dan ketergantungan terhadap informasi yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat, seperti perubahan estetis, kultural, dan ekonomi. Informasi menjadi semakin tidak terbatas seiring dengan kebutuhan informasi masyarakat yang terus berkembang. Perubahan ini menjadikan informasi semakin lama semakin krusial.

Perpustakaan merupakan salah satu lembaga atau insitiusi yang berperan sebagai information rich, centre of information serta knowledge resourch. Di samping itu, perpustakaan pun memiliki fungsi sebagai based of learning yang keberadaannya selalu diharapkan agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat dalam memperoleh informasi yang tepat dan sesuai.

Sejalan dengan perananya sebagai centre of information, idealnya perpustakaan menjadi alternatif utama bagi masyarakat dalam proses pencarian dan penelusuran informasi melalui layanan-layanan yang disediakan, seperti layanan referensi. Perpustakaan harusnya menjadi pilihan utama. Akan tetapi dalam praktiknya, bahkan banyak masyarakat yang tidak mengenal dan mengetahui keberadaan perpustakaan itu sendiri serta produk dan jasa yang disediakan oleh perpustakaan. Perpustakaan hanya diasumsikan sebatas gedung yang menyimpan berbagai macam sumber informasi tanpa tahu ataupun mau bagaimana memanfaatkan sumber informasi tersebut. Keselahan paradigma ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor, diantaranya kurang  proaktifnya perpustakaan dalam memperkenalkan produk yang mereka miliki kepada masyarakat.



Sebagian besar perpustakaan yang ada di Indonesia merupakan lembaga atau institusi yang bersifat nirlaba. Meskipun demikian, perpustakaan tidak boleh mengabaikan tujuan perpustakaan yang tercantum dalam visi dan misi organisasi. Selain itu, perpustakaan juga perlu menerapkan faslafah dan prinsip-prinsip pemasaran modern agar semua sumber daya yang ada di perpustakaan bisa dimanfaatkan secara maksimal guna memnuhi kebutuhan pemustaka.

Konsep Pemasaran dan Promosi

Praktek pemasaran perlu dilakukan agar organisasi atau lembaga mampu mencapai tujuan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal. Pemasaran pada dasarnya merupakan rangkaian kegiatan manajemen. Kegiatan manajemen berkaitan erat dengan produk, jika dikaitkan dengan perpustakaan maka produk tersebut pada umumnya berupa jasa dan layanan.

Pemasaran adalah sebuah konsep yang merupakan bagian integral dari suatu perencanaan strategis yang dimulai dengan mengidentifikasikan kebutuhan pengguna dan diakhiri dengan suksesnya penjulan dan pendistribusian dari suatu produk atau jasa. Levvit berpendapat bahwa organisasi harus melihat pemasaran dari titik pandang pelanggannya.

Menurut pendapat Backman dalam Mustafa, pemasaran bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi pada sektor konsumsi (Mustafa, 2007). Selain itu, pengertian pemasaran juga dikemukakan oleh William J. Stanton sebagai keseluruhan sistem dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1996).

Adapun pemasaran menurut Phillip Kotler dalam “Prinsip-Prinsip Pemasaran” merupakan sebuah proses dimana konsumen baik secara individu maupun kelompok dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran atas barang dan jasa yang dibutuhkan serta bisa juga diasumsikan sebagai sutu proses merencanakan konsep, harga, promosi, dan distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan untuk individu dan sesuai dengan tujuan dari organisasi perusahaan (Kotler, 2001).

Gambar 1. Bagan Pemasaran

            Dari gambar 1 bisa disimpulkan bahwa pemasaran merupakan proses pertukaran yang terjadi antara produsen dengan konsumen, dimana konsumen memperoleh produk sebagai pemenuhan dari kebutuhan yang mengandung nilai dan biaya sedangkan produsen memperoleh keuntungan yang juga mengandung nilai.

Proses pemasaran merupakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan penilain internal terhadap sumber daya yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Penilaian internal ini kemudian dilajutkan pada analisa pasar yang mencakup kebutuhan dan permentiaan dari masyarakat. Menetepakan tujuan khusus, memilih strategi promosi dan membuat rencana aksi merupakan langkah lanjutan dari sebuah kegiatan promosi sebelum penerapan dan evaluasi di masyarakat.

Pada prinsipnya, pemasaran mencakup lima komponen utama, yakni:

People; Segala aktifitas sangat bergantung kepada individu yang melakukan. Sumber daya masnusia pada sebuah organisasi merupakan investasi yang paling besar dan bernilai.
Product
Place
Price
Promotion; Promosi pada intinya kegiatan guna memberikan informasi yang menguntungkan bagi organisasi kepada pelanggan
Gambar 2. Konsep 5p dalam pemasaran

Menurut Jerome dan Andew tujuan dari promosi adalah untuk :

menarik perhatian, artinya berupaya agar produk yang ditawarkan dapat menimbulkan rasa ketertarikan pelanggan.
menciptakan kesan, artinya bagaimana agar pemakai memiliki kesan yang baik terhadap produk kita
membangkitkan minat, dengan tampilan yang menarik dan menimbulkan kesan yang baik maka akan dapat meningkatkan minat seseorang untuk mengetahui lebih lanjut serta mempergunakan, memanfaatkan produk yang telah ditawarkan
memperoleh tanggapan, dengan promosi yang dilakukan diharapkan muncul tanggapan dalam hal ini tentunya tanggapan yang positif.
Kedatangan pemustaka ke perpustakaan merupakan tolok ukur pemanfaatan dan keberhasilan perpustakaan. Oleh karena itu perpustakaan harus dapat menunjukkan tampilan yang cantik, cerdas, menarik serta memberikan layanan yang ramah kepada pemustaka karena keberhasilan perpustakaan diukur dengan tingkat kedatangan pemustaka dan tingkat keterpakaian koleksinya.        Persoalannya bagaimana pemustaka mengetahui ketersediaan koleksi dan aktivitas perpustakaan yang diharapkan dapat membantu dalam perolehan informasi. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”; sehingga perpustakaan perlu memperkenalkan diri dengan segala aktivitasnya kepada pemustaka melalui marketing and promotion of library. Pada dasarnya segala daya dan upaya yang dilakukan melalui pemasaran dan promosi dalam dunia perpustakaan memiliki sasaran untuk: meningkatnya pengunjung perpustakaan; meningkatnya buku yang dipinjam serta meningkatnya pemanfaatan koleksi maupun sumber daya yang ada di perpustakaan. Dan pada akhirnya penyelenggaraan perpustakaan yang cantik, cerdas dan layanan yang ramah dapat menumbuhkan budaya baca bagi masyarakat.

Analisa Strategi Pemasaran dan Promosi Layanan Referensi di Perpustakaan Universitas Negeri Padang

UPT Perpustakaan UNP sebagai salah satu lembaga pelaksanan teknis Universitas Negeri Padang terdiri dari perpustakaan pusat, ruang baca fakultas, ruang baca jurusan dan ruang baca pada setiap UPP PGSD (Lubuk Buaya, Bandar Buat, dan Bukittinggi). Layanan rujukan dan informasi adalah layanan yang diberikan kepada pengguna perpustakaan yang bertujuan untuk membantu mereka dalam penelusuran informasi rujukan. Layanan rujukan dan informasi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP).

Idealnya, bagian layanan rujukan di Perpustakaan UNP bertugas untuk membantu pengguna dalam menelusur informasi yang mereka butuhkan, terutama bagi para pengguna yang membutuhkan penelusuran sumber daya informasi lanjutan untuk mendalami informasi tentang suatu hal. Layanan rujukan tersebut pada umumnya dilayankan secara langsung, dalam artian pengguna yang membutuhkan pelayanan layanan rujukan harus datang ke perpustakaan dan bertemu dengan petugas yang bertugas pada layanan rujukan.

Akan tetapi dalam praktiknya, bagian referensi pada perpustakaan UNP kurang dikenal dan kurang diminati oleh pemustaka, sehingga tak jarang bagian referensi hanya sebatas ruangan kosong tanpa pengunjung. Hal ini dikarenakan kurangnya pengenalan dan promosi yang dilakukan oleh perpustakaan terhadap bagian referensi.

1.      Sumber Daya Bagian Referensi Perpustakaan UNP

Sumber daya merupakan faktor penting dalam sebuah organisasi. Sebelum melakukan kegiatan pemasaran dan promosi, maka hal utama yang harus dilakukan yakni penilaian internal yang meliputi salah satunya penilaian sumber daya yang dimiliki oleh organisasi.

a)      Koleksi Referensi. Koleksi merupakan salah satu elemen utama dalam kegiatan promosi. Hal tersebut dikarenakan koleksi merupakan produk yang akan diberikan kepada pemustaka, disamping layanan. Koleksi bagian referensi pada perpustakaan UNP  masih sangat terbatas, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Perpustakaan belum memperhatikan dengan seksama criteria koleksi seperti yang dikemukakan Casell dalam bukunya “Reference and Information Services in 21th Century”, yakni cakupan, kualitas isi, akurasi, currency, kemudahan dalam penggunaan, format, serta otoritas penulis atau pengarang. Koleksi referensi belum mendapatkan perhatian yang cukup “special” dari perpustakaan, sehingga bagian referensi belum memiliki nilai jual dari segi koleksi.

b)      Layanan Referensi. Bagian referensi idealnya meliputi koleksi referensi dan layanan referensi. Layanan referensi diberikan kepada pemustaka dalam rangkan penulusan dan temu kembali koleksi referensi. Bagian referensi pada perpustakaan UNP, layanan referensi masih belum diberdayakan secara maksimal. Layanan dalam hal ini pustakawan hanya berperan sebagai penunggu dan pejaga ruangan serta koleksi referensi.

c)      Petugas adalah pustakawan yang bertugas pada bagian layanan referensi. Untuk bagian referensi di perpustakaan UNP, petugas merupakan pustakawan yang memiliki riwayat akademis ilmu perpustakaan jenjang pendidikan sarjana. Secara keilmuan, pustakawan merupakan orang yang mengerti dan memahami kepustakawanan dengan baik.

d)     Pemustaka. Sebagian besar pemustaka merupakan masyarakat akademis di lingkungan Universitas Negeri Padang. Dari statistik pengunjung, actual users di perpustakaan UNP merupakan mahasiswa dari program s1 dan d3 yang berasal dari Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, dan Fakultas Bahasa dan Seni.

e)      Sarana  dan Prasarana merupakan peralatan yang tersedia di bagian referensi. Bagian referensi menempati ruangan dengan ukuran 7×5 meter. Ruangan tersebut dilengkapi dengan fasilitas computer, wi-fi, dan peralatan audio-visual.

2.      Bentuk-Bentuk Promosi

Bagian referensi perpustakaan UNP kurang dikenal dan cenderung tidak diminati oleh pemustaka disebabkan oleh minimnya kegiatan yang berhubungan dengan promosi terhadap layanan tersebut. Bahkan bisa dikatakan bahwa perpustakaan UNP belum melakukan kegiatan yang berarti sehubungan dengan pengenalan dan promosi layanan referensi. Hal ini menyebabkan layanan yang memang tidak begitu familiar dikalangan pemustaka menjadi semakin ditinggalkan dan tidak diberdayakan serta dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Perpustakaan hendaknya lebih bersifat agresif dalam memperkenalkan dan membangun image positif terhadap bagian referensi. Karena idealnya, bagian referensi merupakan salah satu layanan vital dan penting serta koleksi referensi merupakan koleksi-koleksi dengan harga yang cukup tinggi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perpustakaan UNP sehubungan dengan promosi layanan referensi.

a)      Brosur adalah salah satu bentuk promosi yang berupa kertas cetakan yang isinya mencakup petunjuk umum ttg perpustakaan khususnya bagian referensi. Informasi tersebut meliputi informasi tentang bagian referensi, informasi tentang tujuan dan manfaat bagian referensi, informasi tentang koleksi referensi, serta informasi tentang layanan yang mungkin didapatkan oleh pemustaka pada bagian referensi.

Brosur-brosur ini bisa disebarkan diseluruh lingkungan kampus, dimeja-meja resepsionis perpustakaan, ataupun pada titik-titik tertentu dimana masyarakat UNP sering datang, berkunjung, atau berkumpul seperti café, pusat kegiatan mahasiswa, serta loby masing-masing fakultas.

b)      Poster merupakans salah satu media promosi yang biasanya menggunakan kertas ukuran besar (A3 atau A2) isinya selain tulisan juga ada gambar seputar bagian referensi. Poster ini dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian atau mencuri perhatian sekilas dari orang yang lewat diseputar pemasangan poster, oleh karena itu poster harus didesain semenarik mungkin dan eye-cathing. Poster bisa ditempelkan pada beberapa tempat di perpustakaan, di pintu lift perpustakaan, maupun titik-titik lain diseputar area kampus.

c)      News Letter merupakan salah satu media yang digunakan untuk memberikan informasi khusus kepada sejumlah orang secara teratur. Isinya tentang berita atau artikel-artikel singkat. Dalam news letter secara tetap harus memuat : editorial, informasi singkat & rinci tentang layanan, kegiatan, koelksi terbaru, fasilitas dan peraturan perpustakaan beri juga ilustrasi/gambar yg menarik.

d)     Pembatas Buku = bookmark merupakan salah satu promosi yang digunakan dan untuk sarana memberi tanda pembatas pada halaman-halaman buku, tujuannya untuk memberi batasan pada halaman yang sudah dibaca dan nanti akan dibaca kembali.Agar berfungsi sebagai media promosi bagian referensi yang efisien, maka pembatas buku hendaklah memasukkan unsure-unsur yang bersifat informative tentang bagian referensi. Pembatas buku biasanya dibagikan kepada pengunjung perpustakaan tanpa menunggu alasan atau event-event tertentu.

e)      Terbitan Khusus Perpustakaan merupakan promosi yang berbentuk sebuah terbitan yang dilakukan oleh perpustakaan sendiri, seperti buku panduan penggunaan perpustakaan atau booklet,dan kalender perpustakaan (isi nya kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan).

f)       Pameran Perpustakaan, merupakan kegiatan promosi perpustakaan dengan maksud menarik perhatian banyak orang (massa) termasuk promosi yang paling jitu untuk menjaring orang. Selain menarik lebih banyak orang juga efektif untuk memperkenalkan layanan yang diberikan oleh perpustakaan.

g)      Literasi informasi. Kegiatan literasi informasi ini telah rutin dilakukan oleh perpustakaan UNP. Dalam kegiatan pengenalan perpustakaan, pustakawan pun turut serta memperkenalkan bagian referensi dan layanan referensi.

h)      Seminar dan Berbagai Kegiatan di Perpustakaan seperti perlombaan (mewarnai, bercerita ata mendongeng, penelusuran informasi), wisata perpustakaan, bazar, dan pemutaran film. Kegiatan-kegiatan ini sangat jarang dilakukan di perpustakaan UNP, padahal ini merupakan salah satu kegiatan yang cukup aktif dalam menarik massa.

3.      Strategi Promosi

a)      Membangun komunikasi dengan pemustaka, merupakan pemanfaatan ilmu komunikasi dalam segala kegiatan promosi, oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam berkomunikasi dengan pemustaka, lingkungan, fasilitas dan bahan pustaka yang ada. Beberapa sikap dalam berkomunikasi dapat ditunjukkan dengan kemampuan memiliki wawasan yang luas, tingginya integritas dan kemampuan dalam berkomunikasi.

b)      Membangun kerjasama dengan pihak ketiga. Pada dasarnya tidak satupun perpustakaan yang mampu memberikan layanan berupa pemenuhan semua kebutuhan pemustaka, oleh karena itu perlu dibangun kerjasama terutama dalam layanan promosi. Kerjasama dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari atau secara insidentil. Kerjasama dapat dilakukan dengan : instansi terkait (pendidikan, perpustakaan nasional/provinsi/kabupaten/kota, pemerintah, penerbit, toko buku) atau dengan lembaga maupun orang yang berkompeten dengan perpustakaan (LSM, tokoh masyarakat).

c)      Membuat program promosi yang meliputi : penetapan sasaran dan prioritas; menentukan prosedur serta tindakan dan menyusun rencana kerja. Adapun dalam pembuatan program promosi ini perlu menetapkan pendekatan yang dipakai yaitu : melalui iklan, melalui kontak pribadi atau melalui penciptaan “suasana” (atmosphere), melalui publikasi atau pemberian reward.

D.    Kesimpulan

      Salah satu cara agar produk dikenal dan diminati oleh masyarakat yakni dengan penerapan strategi dan manajemen pemasaran dan promosi yang tepat. Perpustakaan, meskipun pada dasarnya merupakan lembaga yang bersifat non-profit harus tetap menerapkan konsep pemasaran.  Hal tersebut selain dikarenakan produk yang dihasilkan oleh perpustakaan merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat, paradigma yang berkembang dimasyarakat seputar perpustakaan, kepustakawanan pun cendrung masih bersifat negatif.

0 komentar on Strategi Pemasaran dan Promosi :

Poskan Komentar

INFO-KU

free counters

Total Tayangan Laman

Yours

IP